6 Festival Musim Gugur di Jepang yang Wajib Masuk Bucket List Wisatawan

Wisata Bisnis – Saat dedaunan mulai berubah warna menjadi merah dan oranye, serta udara sejuk mulai terasa, Jepang memasuki musim gugur. Musim ini menjadi salah satu waktu yang paling dinantikan karena menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan suasana yang menenangkan. Tak hanya menawarkan panorama yang memukau, Jepang juga menggelar berbagai festival musim gugur yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.

Festival-festival tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena menghadirkan pengalaman unik di berbagai daerah. Jika Anda berencana mengunjungi Jepang pada musim gugur, berikut beberapa festival yang sayang untuk dilewatkan.

1. Nagasaki Kunchi Festival

Nagasaki Kunchi Festival merupakan salah satu festival musim gugur paling meriah di Jepang. Festival yang telah berlangsung selama lebih dari 400 tahun ini menjadi simbol sejarah multikultural Kota Nagasaki.

Beragam pertunjukan tari serta arak-arakan kendaraan hias berbentuk naga, singa, kapal Belanda, dan kapal Tiongkok menjadi daya tarik utamanya. Ragam hias tersebut melambangkan hubungan perdagangan Nagasaki dengan Belanda dan Tiongkok pada masa Edo, ketika Jepang masih menerapkan kebijakan isolasi (sakoku) dan hanya mengizinkan kedua negara tersebut berdagang.

Pusat perayaan berlangsung di Kuil Suwa, Panggung Otabijo, Kuil Yasaka, dan Plaza Kokaidomae. Setiap tahun, festival ini selalu dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara.

2. Takayama Autumn Festival

Takayama Autumn Festival yang digelar di Kota Takayama, Prefektur Gifu, dikenal sebagai salah satu dari tiga festival terindah di Jepang. Festival ini terkenal dengan parade yatai, yaitu gerobak hias tradisional yang dibuat dengan sangat detail.

Setiap yatai dihiasi ornamen emas, perak, dan kain sutra yang mencerminkan kemewahan seni tradisional Jepang. Arak-arakan tersebut melintasi jalanan kota tua Takayama dengan latar dedaunan musim gugur yang menambah keindahan suasana.

Selain parade, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan karakuri, yaitu boneka mekanis tradisional yang mampu bergerak dengan presisi tinggi. Atraksi ini menjadi bukti kecanggihan teknik kerajinan Jepang sejak ratusan tahun lalu.

3. Sapporo Autumn Festival

Sapporo Autumn Festival pertama kali digelar pada 2008 dan berlangsung selama tiga pekan terakhir bulan September di Odori Park, Sapporo. Festival ini menjadi surga bagi pencinta kuliner karena menghadirkan berbagai hidangan khas Hokkaido.

Pengunjung dapat menikmati aneka makanan, mulai dari kepiting segar, hidangan laut, daging, hingga ramen khas Hokkaido. Selain itu, tersedia pula berbagai minuman lokal seperti sake, anggur, dan bir khas Hokkaido.

Beragam tenda makan yang disediakan di sepanjang Odori Park membuat pengunjung dapat bersantap dengan nyaman sambil menikmati suasana festival.

4. Kurama Fire Festival

Kurama Fire Festival merupakan salah satu festival paling ikonik di Jepang yang digelar setiap 22 Oktober di Desa Kurama, Kyoto.

Saat malam tiba, warga membawa obor-obor raksasa yang menyala sambil berarak di sepanjang jalan desa. Cahaya api yang menerangi pegunungan, dipadukan dengan suara genderang dan sorak para peserta, menciptakan suasana yang dramatis sekaligus sakral.

Festival ini merupakan bentuk penghormatan kepada dewa api yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setiap tahunnya, ribuan wisatawan datang untuk menyaksikan salah satu tradisi paling unik di Jepang tersebut.

5. Nihonmatsu Lantern Festival

Nihonmatsu Lantern Festival menjadi salah satu dari tiga festival lampion terbaik di Jepang. Masyarakat telah menyelenggarakan tradisi ini selama lebih dari 370 tahun sejak penguasa wilayah Fukushima memperkenalkannya sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat melalui perayaan keagamaan Shinto.

Dalam festival ini, masyarakat mengarak tujuh kendaraan hias raksasa (taikodai) yang dihiasi ratusan lampion kertas merah berisi lilin menyala. Para pembawa, pengendali, dan kelompok musisi tradisional mengiringi arak-arakan tersebut, sehingga menciptakan pemandangan malam yang memukau.

6. Hirosaki Castle Chrysanthemum Festival

Setiap musim gugur, Hirosaki Castle Chrysanthemum Festival mengubah taman di sekitar Kastil Hirosaki, Prefektur Aomori, menjadi hamparan bunga krisan yang berwarna-warni.

Panitia festival menampilkan bunga krisan, yang menjadi simbol Kekaisaran Jepang, dalam berbagai bentuk, mulai dari patung, boneka, hingga lanskap mini yang artistik. Festival ini tidak hanya menyuguhkan keindahan bunga, tetapi juga memperlihatkan keterampilan seni merangkai bunga yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Selain menikmati pameran bunga, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan musik dan tari tradisional. Perpaduan bunga krisan yang bermekaran, kemegahan Kastil Hirosaki, serta warna-warni dedaunan musim gugur menjadikan festival ini sebagai salah satu perayaan musim gugur paling memikat di Jepang.

About pangeranbertopeng