Wisata Bisnis – PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) memperkuat strategi pertumbuhan berbasis ekosistem melalui kolaborasi strategis dengan bank digital asal Korea Selatan, KakaoBank, melalui peluncuran Kartu Untung. Produk tabungan berbasis gamifikasi pertama ini diperkenalkan sebagai upaya meningkatkan interaksi nasabah di tengah pertumbuhan aktivitas perbankan digital yang pesat.
Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan aktivitas nasabah yang terus meningkat. Hingga saat ini, Superbank mencatat memiliki lebih dari 6 juta nasabah dengan lebih dari 1 juta transaksi per hari. Capaian tersebut mencerminkan tingginya tingkat adopsi dan keterlibatan pengguna dalam ekosistem digital Superbank.
Chief Executive Officer KakaoBank, Yun Ho Young, menyatakan inovasi merupakan kunci utama untuk mempertahankan kepercayaan nasabah di era digital. Menurutnya, kolaborasi ini menggabungkan pengalaman KakaoBank dalam teknologi gamifikasi di Korea Selatan dengan pemahaman pasar Superbank di Indonesia guna mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.
Dana Asing Jumbo Selalu Masuk
Di tengah ekspansi tersebut, pergerakan saham SUPA sejak IPO juga mulai menarik perhatian pasar. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2025, saham SUPA bergerak sangat fluktuatif dengan pola transaksi yang didominasi arus dana asing bernilai jumbo.
Pada hari IPO, saham SUPA ditutup melonjak 47,24 persen ke level 935 dari harga pembukaan 790. Nilai transaksi saat itu mencapai Rp3 triliun dengan volume perdagangan 30,49 juta lot dan frekuensi transaksi menembus 842 ribu kali.
Arus dana asing langsung masuk besar pada debut perdagangan tersebut. Investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp28,85 miliar pada hari pertama pencatatan saham.
Euforia pasar berlanjut pada Januari 2026 ketika saham SUPA sempat menyentuh level tertinggi 1.350. Nilai transaksi saat itu bahkan menembus Rp5,17 triliun dengan aktivitas perdagangan mencapai 46,75 juta lot saham.
Pada periode tersebut, investor asing kembali melakukan akumulasi besar dengan net foreign buy Rp47,84 miliar. Akumulasi asing makin agresif pada Februari 2026 ketika SUPA melonjak 13,44 persen ke level 1.055 dan mencatat net foreign buy jumbo Rp123,55 miliar.
Jika diakumulasi sejak IPO hingga perdagangan 4 Mei 2026, total dana asing yang tercatat masuk ke saham SUPA mencapai sekitar Rp284,69 miliar. Nilai tersebut berasal dari akumulasi net foreign buy dalam beberapa fase perdagangan besar sejak saham ini melantai di bursa.
Superbank berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kekuatan ekosistem guna memperluas basis pengguna aktif. Fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan layanan digital yang berorientasi pada pengalaman pengguna (user experience) serta pencapaian profitabilitas yang berkelanjutan.
