Apa Itu Bleisure? Tren Perjalanan Bisnis yang Dipadukan dengan Liburan

Wisata Bisnis – Berdasarkan laporan Indonesia Outlook 2025/2026 Bank Indonesia, tren bleisure diperkirakan akan terus berkembang di Indonesia hingga 2026. Sementara itu, Global Business Travel Association (GBTA) mencatat sekitar 65% pelaku perjalanan bisnis memilih memperpanjang masa tinggal mereka untuk tujuan rekreasi.

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) menjadi salah satu faktor yang mendorong tren ini. Konsep bleisure dinilai mampu membantu mengurangi tingkat stres sekaligus menjaga kesehatan mental karena menggabungkan aktivitas bisnis dengan waktu untuk berlibur.

Apa Itu Bleisure?

Bleisure adalah istilah yang menggambarkan perjalanan bisnis yang dipadukan dengan kegiatan wisata. Dalam konsep ini, pelaku perjalanan bisnis memanfaatkan waktu luang untuk berlibur, baik sebelum, selama, maupun setelah menyelesaikan urusan pekerjaan. Umumnya, bleisure dilakukan dengan memperpanjang masa tinggal di destinasi tujuan.

Istilah bleisure merupakan gabungan dari dua kata, yaitu business travel dan leisure travel. Selain itu, terdapat pula istilah lain yang memiliki makna serupa, seperti bizcation, yang berasal dari gabungan kata business dan vacation.

Tren bleisure kini tidak hanya dilakukan oleh pekerja jarak jauh (remote worker), tetapi juga mulai berkembang dalam ekosistem MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) serta wisata perkotaan (urban tourism). Hal inilah yang membuat konsep bleisure semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.

Selama menjalani perjalanan bleisure, wisatawan juga dapat mengikuti berbagai aktivitas, seperti ecotourism, yang mengedepankan pelestarian alam dan budaya setempat. Dengan demikian, pengalaman perjalanan tidak hanya produktif, tetapi juga lebih berkesan.

Sebagai contoh, seorang karyawan ditugaskan melakukan perjalanan bisnis ke Bali selama tiga hari. Melalui konsep bleisure, ia dapat berangkat satu atau dua hari lebih awal untuk menikmati destinasi wisata di Bali, atau memperpanjang masa tinggal setelah urusan bisnis selesai. Selain itu, waktu luang di sela-sela agenda pekerjaan juga dapat dimanfaatkan untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di sekitar lokasi.

Sejarah dan Tren Bleisure

Perkembangan bleisure di Indonesia tidak terjadi begitu saja. Tren ini muncul seiring perubahan pola kerja yang semakin fleksibel dan meningkatnya budaya bekerja dari mana saja (work from anywhere).

Berdasarkan informasi dari KDEI Taipei, bleisure mulai berkembang pesat seiring meningkatnya praktik remote working dan fleksibilitas tempat kerja. Kondisi tersebut memungkinkan pekerja maupun pelaku bisnis tetap menjalankan pekerjaannya meski sedang berada di luar kota atau bahkan berlibur.

Akibatnya, perjalanan dinas kini tidak lagi dipandang semata sebagai aktivitas pekerjaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi destinasi baru.

Tren ini banyak diminati oleh generasi milenial dan Generasi Z yang cenderung menghargai pengalaman, keseimbangan hidup, serta kesempatan mengenal budaya baru.

Selain menjelajahi destinasi wisata, banyak pelaku bleisure juga memanfaatkan perjalanan mereka untuk mengikuti wellness tourism, seperti mengunjungi spa, pusat kebugaran, atau lokasi wisata alam guna menjaga kesehatan fisik dan mental selama perjalanan bisnis.

Manfaat Bleisure

Bleisure memberikan manfaat bagi berbagai pihak, mulai dari karyawan, perusahaan, hingga sektor pariwisata di daerah tujuan.

1. Manfaat bagi Karyawan
    • Meningkatkan keseimbangan hidup. Menggabungkan aktivitas kerja dengan waktu berlibur membantu mengurangi stres sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
    • Meningkatkan kepuasan kerja. Kesempatan menikmati destinasi baru selama perjalanan bisnis dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya.
    • Menghemat biaya liburan. Karena sebagian biaya transportasi telah ditanggung untuk perjalanan dinas, karyawan hanya perlu menambah biaya akomodasi atau kebutuhan pribadi jika ingin memperpanjang masa tinggal.
2. Manfaat bagi Perusahaan
    • Meningkatkan retensi karyawan. Kebijakan yang mendukung bleisure menunjukkan perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan sehingga dapat meningkatkan loyalitas mereka.
    • Menarik talenta terbaik. Perusahaan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja cenderung lebih diminati oleh calon karyawan.
    • Meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Waktu istirahat yang cukup selama perjalanan bisnis membantu karyawan kembali bekerja dengan kondisi yang lebih segar, sehingga produktivitas dan kreativitas dapat meningkat.
3. Manfaat bagi Industri Pariwisata
    • Meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay). Wisatawan bisnis yang memperpanjang masa tinggal akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi destinasi.
    • Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pengeluaran wisatawan untuk hotel, kuliner, transportasi, dan atraksi wisata dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha setempat.
    • Memperkuat sektor MICE dan pariwisata. Tren bleisure membuka peluang bagi destinasi untuk mengembangkan paket wisata yang terintegrasi dengan kegiatan bisnis, sehingga mampu meningkatkan daya saing sektor pariwisata.

About pangeranbertopeng