Wisata Bisnis – Indonesia sudah sejak lama terkenal akan keindahan dan berbagai tempat bersejarahnya. Salah satu kawasan wisata di Indonesia bagian Timur adalah kepulauan Banda. Ada berbagai tempat wisata di Banda Naira yang bisa kamu nikmati keindahannya dan juga mengandung nilai sejarah yang tinggi.
Berada di Kabupaten Maluku Tengah, Banda Neira mempunyai keindahan alam luar biasa yang mengagumkan. Tak heran, Banda Neira sering kali disebut sebagai destinasi wisata Indonesia yang wajib dikunjungi minimal sekali seumur hidup. Banyaknya pilihan tempat wisata Banda Neira memberikan keleluasaan bagi para pengunjung yang ingin mengeksplorasi tempat ini.
Tertarik untuk menjelajah tempat-tempat menarik di Banda Neira? Yuk, simak ulasan mengenai rekomendasi tempat wisata menarik di Bandar Neira dalam artikel ini!
Tempat Wisata di Banda Neira
Benteng Belgica
Salah tempat wisata yang tak boleh dilewatkan di Banda Neira adalah Benteng Belgica. Benteng ini dibangun oleh VOC pada abad ke-16 dan terletak pada ketinggian 30 meter di atas permukaan laut.
Benteng Belgica menjadi saksi bisu masa penjajahan Belanda. Di sini, pengunjung dapat mengeksplorasi lorong-lorong yang bersejarah, merasakan angin laut di atas tembok, dan menikmati pemandangan laut yang luas dari ketinggian benteng.
Rumah Budaya Banda Neira
Bagaimana bila ingin mengetahui berbagai hal tentang kepulauan Banda dengan cepat? Caranya adalah dengan datang langsung ke Rumah Budaya Banda Neira. Salah satu hal yang bisa kamu dapatkan di tempat wisata ini adalah bagaimana beratnya penderitaan masyarakat pada masa penjajahan.
Sebenarnya bangunan ini adalah milik pribadi Des Alwi, seorang sejarawan terkenal yang berasal dari Banda Neira. Selain sebagai sejarawan, beliau juga merupakan anak angkat dari bung Hatta, yang menjadi Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.
Istana Mini Neira
Tempat wisata di Banda Neira yang wajib dikunjungi selanjutnya adalah Istana Mini Neira. Dulunya istana ini berfungsi sebagai kediaman Gubernur VOC.
Dari depan istana, Anda bisa menikmati pemandangan pantai biru yang jernih serta Pulau Banda Besar. Di sekitar Istana Mini dibangun rumah-rumah yang besar sebagai tempat tinggal para pejabat Eropa yang berkunjung ke Banda.
Gunung Api Banda
Banda Neira juga menyuguhkan wisata pendakian di Gunung Api Banda yang menantang. Gunung Api Banda merupakan gunung berapi yang masih aktif dengan ketinggian 656 meter di atas permukaan laut.
Dibutuhkan trekking selama dua jam di jalur yang curam untuk bisa mencapai puncak Gunung Api Banda. Sesampainya di puncak, pengunjung bisa menikmati pemandangan yang mempesona dan pastinya memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
Pulau Hatta atau Pulau Rozengain
Tempat wisata di Banda Neira berikutnya yang juga tidak kalah menawan adalah pulau Hatta. Pulau yang memiliki nama asli Pulau Rozengain ini memiliki daya tarik alam bawah laut yang pastinya sangat disukai oleh kamu yang menyukai aktivitas di perairan.
Pemberian nama pulau ini menjadi pulau Hatta tentu tidak terlepas dari sejarahnya yang menjadi tempat pengasingan bagi Moh. Hatta atau yang lebih terkenal sebagai Bung Hatta.
Lava Flow
Bagi penggemar aktivitas snorkeling, tempat snorkeling di Banda Neira ini pasti akan membuat kamu betah tinggal berlama-lama. Kisah terbentuknya menjadi daya tarik tersendiri bagi kamu yang berkunjung ke sini.
Gunung Api Banda yang meletus pada tahun 1988 membentuk aliran lava yang mengalir sampai ke dasar laut. Setelah sekian waktu, akhirnya secara alami terbentuklah sebuah kawasan bawah laut yang indah di sekitar aliran lava. Tempat inilah yang kemudian masyarakat banyak mengenalnya sebagai Lava Flow.
Gereja Tua Banda Neira
Gereja Tua Banda Neira adalah salah satu gereja tertua di Kepulauan Banda. Bangunan ini terbuat dari batu kapur dan batu bata, dengan lantai yang dibuat dari batu andesit serta atap yang kini telah diganti dengan bahan seng.
Dahulu, gereja ini berfungsi sebagai pusat penyebaran dan kegiatan keagamaan Kristen Protestan di Banda Neira. Dengan arsitektur klasik Eropa-nya, gereja ini menciptakan suasana yang tenang dan memberikan wawasan tentang perkembangan agama di pulau ini selama berabad-abad.