Ekspansi Bisnis : Pengertian dan Jenisnya

Wisata Bisnis – Istilah ekspansi bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi para pelaku di dunia bisnis. Ekspansi umumnya dilakukan saat bisnis telah mencapai suatu titik pertumbuhan maupun perkembangan serta dalam usaha menghasilkan lebih banyak keuntungan, dimana perusahaan memperbesar atau menambah jumlah kepentingan tertentu.

Di bawah ini adalah artikel yang menjelaskan apa itu ekspansi usaha beserta jenis, tahapan, tujuan, resiko, pentingnya, cara mengukur serta keunggulan dan kerugiannya.

Apa Itu Ekspansi Usaha?

Ekspansi usaha adalah proses pengembangan bisnis dengan memperluas cakupan operasional, meningkatkan kapasitas produksi, menjangkau pasar baru, atau memperkenalkan produk dan layanan baru. Tujuan utama dari ekspansi usaha adalah untuk meningkatkan pendapatan, memperkuat posisi kompetitif di pasar, dan mencapai pertumbuhan jangka panjang. Ekspansi usaha memungkinkan perusahaan untuk memperluas pengaruhnya, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan meningkatkan skala operasional yang dapat mendatangkan efisiensi dan profitabilitas lebih tinggi.

Ekspansi bisa dilakukan oleh bisnis kecil maupun besar dan dapat berbentuk fisik maupun digital, seperti membuka cabang baru, menambah lini produk, atau memperluas ke pasar internasional. Proses ekspansi biasanya memerlukan perencanaan strategis dan investasi tambahan, baik dalam bentuk dana, sumber daya manusia, maupun teknologi.

Jenis Ekspansi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya ekspansi adalah suatu strategi untuk memperluas bisnis. Oleh sebab itu, dalam penerapannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan, perusahaan harus menyesuaikan dengan kebutuhan bisnisnya.

Dengan perencanaan yang matang kemudian akan turut membantu meminimalisir risiko kegagalan ekspansi, seperti diantaranya pada kerugian finansial, manajemen yang tak efektif, ketidakstabilan, dan lain sebagainya.

Selain itu, ekspansi itu sendiri memiliki beberapa jenis, antara lain:

  1. Merger

Jenis pertama dari ekspansi adalah merger dimana dua atau lebih perusahaan digabungkan menjadi satu perusahaan. Jenis ini sendiri dilakukan sebagai salah satu upaya dalam memperluas bisnis. Perusahaan yang lebih dominan akan tetap menjaga identitas perusahaannya, sedangkan perusahaan lainnya identitasnya akan menjadi tidak jelas. Sebelum melakukan merger, penting untuk mengetahui reputasi dari perusahaan yang akan digabungkan. Merger itu sendiri bisa dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu diantaranya:

    • Konglomerasi yang mengakuisisi beberapa perusahaan.
    • Merger horizontal dimana perusahaan kemudian akan membeli perusahaan lain dengan tingkat ataupun level operasional lainnya.
    • Merger vertikal adalah perusahaan yang berada di industri yang sama namun memiliki perbedaan pada level operasional.
  1. Akuisisi

Tujuan akuisisi dalam ekspansi adalah menambah pemasukan perusahaan. Akuisisi sebagai suatu proses take over ataupun pengambilalihan kepemilikan saham ataupun aset perusahaan yang digerakkan oleh satu ataupun sekelompok investor tertentu.

Tujuan akuisisi adalah sebagai bentuk ekspansi dengan menambah pemasukan perusahaan ataupun untuk meningkatkan income dari sektor lainnya. Mungkin saja sebuah perusahaan kemudian akan mengakuisisi produsen bahan baku agar nantinya perusahaan tersebut dapat terus mempertahankannya.

  1. Hostile takeover

Jenis merger berikutnya adalah hostile takeover dimana dalam melakukan akuisisi secara paksa yang dilakukan ke suatu perusahaan. Dengan kata lain, seorang pebisnis kemudian akan membeli saham dari perusahaan lain. Hal ini sendiri dilakukan ketika pemilik saham membuka penawaran kepada bisnisnya.

Kemudian, saham ini akan diakuisisi dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar. Selain itu, perusahaan juga akan langsung beralih kepemilikan, biasanya yang terjadi adalah perubahan manajemen serta karyawan secara menyeluruh.

  1. Leveraged buyout

Leveraged buyout dari ekspansi kemudian membutuhkan modal yang besar. Leveraged buyout adalah suatu upaya untuk memiliki bisnis dengan cara meminjam uang serta melakukan pembelian. Ekspansi jenis ini bisa dikatakan salah ekspansi yang akan mengeluarkan modal yang cukup banyak. Tentunya hal ini karena uang atau modal yang didapatkan dengan cara berhutang kepada pihak lainnya.

  1. Ekspansi Pertumbuhan Internal

Salah satu jenis ekspansi adalah ekspansi pertumbuhan internal. Pada jenis ekspansi ini, perusahaan kemudian bergantung kepada sumber daya serta kemampuan internal untuk meningkatkan ukuran usaha. Beberapa contoh aktivitas yang umumnya dilakukan dalam suatu ekspansi pertumbuhan internal adalah:

    • Membeli mesin-mesin baru atau membangun pabrik baru untuk kemudian meningkatkan kapasitas produksi.
    • Menjangkau konsumen yang lebih luas dengan cara membuka gerai ataupun kantor cabang baru.
    • Meningkatkan biaya iklan dengan tujuan meningkatkan penjualan
    • Menawarkan varian baru dari suatu produk yang ada saat ini ke pasar.
    • Memperluas segmen pasar, misalnya dengan cara menjangkau segmen lain terkait dengan segmen saat ini. Melakukan ekspansi ke pasar baru, misalnya saja dengan menjual produk ke luar negeri.
  1. Ekspansi Pertumbuhan Eksternal

Sesuai dengan namanya, jenis ekspansi ini kemudian melibatkan pihak eksternal untuk tumbuh. Ekspansi pertumbuhan eksternal sendiri menggabungkan sumber daya dan kemampuan perusahaan lain. Bentuk ekspansi eksternal ini dapat dijalankan dengan beberapa cara, antara lain:

a. Mengakuisisi perusahaan lain

Akuisisi ini sendiri melibatkan pengambilalihan dan pengendalian perusahaan lain. Setelah akuisisi, perusahaan target kemudian menjadi anak perusahaan pengakuisisi. Namun, masing-masing kemudian masih beroperasi secara independen.

b. Merger dengan perusahaan lain

Merger ini sebagai hasil dari penggabungan kedua perusahaan menjadi satu entitas yang lebih besar sehingga setelah merger, hanya terdapat satu perusahaan saja yang bertahan.

c. Mendirikan usaha patungan

Di bawah joint venture, kedua perusahaan ini kemudian sepakat membangun bisnis baru. Strategi ini sendiri memungkinkan perusahaan dalam menggabungkan kapasitas, keahlian, teknologi, serta sumber daya yang saling melengkapi. Perusahaan akan berbagi resiko dengan mitra bisnis.

Membangun aliansi strategis – Terakhir, aliansi strategis ini kemudian melibatkan kesepakatan antara dua ataupun lebih perusahaan untuk dapat berbagi sumber daya dan melaksanakan suatu proyek tertentu. Masing-masing dari mereka kemudian akan tetap independen satu sama lain.

About pangeranbertopeng