Wisata Bisnis – Kyoto merupakan kota di Jepang yang terkenal dengan banyaknya situs bersejarah. Destinasi wisata, seperti kuil, sering dijadikan tujuan para wisatawan untuk sekadar belajar atau menikmati keindahan dan catatan sejarahnya. Saat musim dingin, Kyoto tampak begitu menakjubkan meskipun dilapisi salju.
Musim dingin di Jepang adalah musim yang diincar para turis Indonesia. Untuk catatan, musim dingin di Jepang itu berlangsung dari bulan Desember hingga Maret.
Bagaimana musim dingin di Kyoto?
Kyoto dikelilingi pegunungan yang megah, dan cuacanya bisa sangat dingin di pagi dan malam hari. Suhu rata-rata di bulan Desember sekitar 7℃ , dan turun menjadi sekitar 5℃ di bulan Januari dan Februari. Namun, sore hari cenderung terasa lebih hangat, jadi itulah waktu yang tepat untuk keluar dan menjelajahi Kyoto jika Anda tidak suka cuaca dingin.
Salju lebih umum di bulan Januari dan Februari, tetapi secara keseluruhan, hujan salju di Kyoto telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Jika Anda cukup beruntung berada di Kyoto pada hari bersalju, kuil dan wihara menawarkan pemandangan yang luar biasa — pemandangannya magis kapan saja, terutama saat diselimuti salju segar.
Cuaca mulai berubah di bulan Februari, dan Anda akan melihat bunga plum (“ume”) bermekaran. Bunga ini mirip dengan bunga sakura (“sakura”), dan tampak sama memukaunya.
Kapan pun Anda mengunjungi Kyoto di musim dingin, Anda akan menyadari bahwa Kyoto tidak terlalu ramai (kecuali saat liburan Natal dan Tahun Baru). Artinya, akomodasi cenderung lebih terjangkau, dan Anda akan memiliki lebih banyak pilihan.
1. Air Terjun Minoh
Musim dingin di Osaka justru belum lengkap jika belum mengunjungi air terjun Minoh. Letaknya berada di dalam kompleks Taman Nasional, air terjun ini dikenal akan keindahan air terjunnya yang megah setinggi 33 meter.
Sejarahnya juga melekat pada air terjun ini yang didirikan pada tahun 1967 saat merayakan 100 tahun Periode Kekaisaran Meiji. Air terjun Minoo juga menjadi tempat favorit penduduk Osaka untuk bersantai di akhir pekan karena kesejukan dari 980 spesies pohon beraneka ragamnya. Bila musim dingin tiba, kamu dapat menikmati indahnya salju putih yang menyelimuti pepohonan musim semi hingga keajaiban salju putih musim dingin.
Setelah berjalan sekitar 10 menit dari pintu masuk, kamu akan melihat Kuil Minoo untuk tempat pembelajaran agama Buddha khususnya dari aliran Shugendo. Tak jauh dari kuil, kamu akan menemukan jembatan Ryuaji yang berwarna merah yang menjadi spot foto favorit para wisatawan yang ingin merasakan keindahan sejarah dan alam di sekitar Taman Nasional Minoo.
Jika kamu melanjutkan perjalanan melalui jalur pendakian ke Air Terjun Mino, kamu akan menemukan Museum Serangga Minoo milik pemerintah kota. Museum ini menjadi habitat buatan untuk lebih dari 10.000 spesies serangga dan 30 spesies kupu-kupu, cocok untuk hiburan keluarga dan anak-anak.
2. Kinkakuji
Untuk sampai di Kuil Kinkakuji, pengunjung harus naik bus dari Stasiun Kyoto. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00. Pemandangan sekitar kuil begitu asri karena pepohonan diselimuti oleh salju yang sangat kontras dengan kuil emas.
Kuil ini terdiri dari tiga lantai dengan dua lantai di atasnya yang dilapisi kertas emas. Saat cuaca sedang cerah, kertas emas akan memantulkan sinar matahari, sehingga pengunjung bisa melihat bayangan Kuil Kinkakuji di permukaan air.
3. Kuromon Ichiba Market
Pasar Kuromon adalah pasar tradisional yang berperan sebagai surganya para pengunjung untuk eksplorasi kuliner khas Jepang. Banyak kios-kios yang memanjakan pengunjung dengan berbagai bahan dasar makanan berkualitas tinggi, mulai dari ikan-ikan segar hingga sayur-sayuran yang melimpah.
Nah, saat menjelajahi Kuromon Ichiba Market, jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner khas seperti scallop, ikan fugu yang diolah oleh koki berizin khusus, kemudian ada oden, imagawayaki (kue bulat yang diisi selai). Meskipun maraknya penjual Takoyaki di Indonesia, kamu tetap harus mencoba Takoyaki asli Jepang di sini. Memang harganya lebih mahal dari di Indonesia, sekitar 60 ribu atau 450 yen.
Selain jajanannya, pasar ini juga dilengkapi fasilitas lainnya seperti pusat informasi khusus, peta panduan, akses wifi gratis, dan toilet umum. Untuk mengunjungi pasar ini, kamu bisa ke pusat perbelanjaan di Nipponbashi, sebuah tempat pusat perbelanjaan di distrik Naniwa Osaka, tepatnya di 2 Chome-4-1 Nipponbashi, Chuo Ward.
4. Arashiyama
Save the best for the last! Pemandangan ikonik di Kyoto satu ini memang sangat populer dan menjadi daya tarik tersendiri. Ini adalah Hutan Bambu di Arashiyama atau dikenal juga sebagai Hutan Bambu Sagano. Tidak hanya menjadi destinasi wisata, hutan ini juga menjadi karya seni alam yang mengesankan.
Di Jepang, bambu bukan hanya tanaman, namun juga melambangkan kekuatan dan kemakmuran. Hutan bambu ini buka 24 jam sehari, sehingga memberikan kesempatan untuk setiap pengunjung yang ingin merasakan pengalaman yang tak terlupakan.
Setelah mengunjungi Hutan Bambu Arashiyama, jangan lupa menjadikan Kuil Fushimi-Inaro-Taisha dan Kuil Kinkaku-ji sebagai destinasi selanjutnya. Meski ramai saat musim liburan, sebaiknya datang lebih pagi atau melalui pintu keluar utara Kuil Tenryu-ji untuk menghindari kerumunan dan menikmati ketenangan.
5. Hozukyo Gorge
Kyoto dipenuhi dengan alam yang spektakuler, seperti Hozukyo Gorge. Tempat ini membentang dari Hozu Bridge di kota Kameoka hingga Togeksukyo Bridge di Arashiyama. Untuk menikmati pemandangannya, pengunjung bisa naik kereta Sagano dari Arashiyama ke Hozukyo Station. Kalau ingin pengalaman yang sedikit menantang, cobalah naik perahu sungai dan jelajahi Hozukyo Gorge lewat jalur hiking.
