Wisata Bisnis – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi, nilai ekonomi dari wisata gunung akan meningkat tiga kali lipat, yaitu dari USD150 juta, setara Rp2,25 triliun (kurs Rp 15.000/USD) di tahun 2020 menjadi USD450 juta atau sekitar Rp7 triliun di tahun depan, dikutip dari Antara. Jika dikelola dengan baik, potensi ekonomi dari wisata gunung ini cukup besar dan Indonesia tentu menuah keuntungan. Pasalnya, negara kita punya ratusan gunung yang berpotensi menjadi destinasi wisata.
Selanjutnya, keberadaan porter dalam dunia pendakian sudah dikenal sejak lama, baik di Indonesia maupun di luar negri. Tidak sedikit ekspedisi pendakian gunung berhasil berkat jasa para porter. Bahkan pada beberapa gunung yang medannya terhitung berat, porter adalah seorang yang tugas nya akan banyak menolong kalian, terlebih jika kamu merupakan pendaki pemula.
Apa Itu Porter?
Porter dalam dunia pendakian gunung merupakan seorang yang menawarkan jasanya untuk memandu jalannya pendakian, membantu proses pendakian, hingga membawakan barang-barang pendaki saat melakukan pendakian.
Porter juga merupakan pilihan tepat jika kamu ingin melakukan pendakian solo, untuk menemani dan mengantisipasi kejadian tak diinginkan. Jadi secara praktis, porter merupakan seorang yang akan banyak membantu dengan jasa yang ditawarkannya dalam pendakian gunung.
Porter ini biasanya merupakan warga sekitar gunung yang telah mengenal kawasan tersebut sejak lama, sehingga memiliki pemahaman tinggi atas medan yang akan dilalui. Tentu, mereka ditunjang oleh kemampuan fisik yang sangat baik, agar dapat membantu pendakian hingga berhasil sampai ke puncak dan kembali dengan selamat.
Tulang Punggung di Bisnis Wisata Gunung
Pemandu dan porter gunung adalah tulang punggung utama di industri wisata gunung. Mereka berperan penting untuk menyukseskan wisata gunung. Targetnya, tamu yang datang bisa berwisata atau melakukan pendakian gunung dengan lancar, menyenangkan, dan perjalanannya selamat.
Ada porter yang sekaligus merangkap sebagai pemandu, tetapi ada juga yang spesialisasi. Dalam setiap pendakian, rombongan wisatawan biasanya didampingi pemandu sebagai penunjuk jalan.
Sementara itu, porter bertugas membawakan barang-barang pendaki ke base camp atau tempat yang dituju di gunung, memasak, hingga menyiapkan perkemahan.
Pemandu dan porter biasanya dipekerjakan oleh agen travel atau provider wisata pendakian gunung. Mereka wajib memiliki sertifikasi profesi yang diterbitkan APGI. Selain itu, juga mendapatkan beragam pelatihan, terkait keselamatan trip, bagaimana mengatasi situasi darurat, hingga menjaga lingkungan.
Tanda Kamu Perlu Porter saat Mendaki
Untuk menggunakan jasa dari porter, kamu bisa melihat kondisi yang kamu hadapi.
Misalnya saja, ketika pendakian akan dilakukan dengan barang bawaan yang terlalu banyak dan berat untuk dibawa sendiri. Kemudian kamu ingin menghemat energi dan fokus pada pendakian yang dilakukan, atau kondisi fisik yang secara praktis tidak memungkinkan untuk membawa beban berat.
Porter biasanya juga akan diperlukan dalam pendakian yang berdurasi panjang, sebab otomatis perbekalan dan barang yang dibawa juga akan berjumlah banyak. Dampaknya cukup signifikan karena banyak sekali tenaga yang akan dihemat dengan menggunakan jasa dari porter.
Untuk bisa memilih porter yang tepat, ada tiga poin yang harus kamu perhatikan.
- Pertama, cari porter yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik. Rekomendasi dari teman atau kenalan akan sangat membantu
- Kedua, pastikan porter memiliki kemampuan fisik yang memadai sehingga mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik
- Ketiga, negosiasikan tarif yang harus dibayar sebelum melakukan pendakian
